250 ASN lingkup Kementan ikuti seleksi TPA program S2 dan S3

By Admin


nusakini.com - Salah satu fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini yakni sumberdaya manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju dengan menciptakan SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak terkecuali di sektor pertanian.

Tuntutan peningkatan kualitas dan kemampuan SDM pertanian tidak hanya bertumpu pada penyuluh, petani serta tenaga pendidik semata, namun juga seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) baik di pusat maupun didaerah.

Dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan pertanian, Kementan c.q Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi SDM melalui program peningkatan pendidikan Aparatur ASN berupa pemberian beasiswa tugas belajar yang merupakan  bagian yang tidak terpisahkan dari program pembinaan PNS.  

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP Idha Widi Arsanti dalam sambutan pembukaan Tes Potensi Akademik (TPA) untuk program Magister (S2) dan program Doktor (S3) di Indonesia Banking School (IBS) Sabtu, 29 Februari 2029 mengatakan bahwa kesempatan program pendidikan merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian, tidak hanya bagi ASN yang bersangkutan, tetapi juga bagi atasannya agar memberi kesempatan bagi bawahannya untuk melanjutkan pendidikan. Ini merupakan upaya Kementan untuk menciptakan SDM pertanian yang maju, mandiri dan modern sesuai arahah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Ia pun mengapresiasi kehadiran 250 peserta yang telah lulus seleksi administrasi dan untuk mengikuti seleksi TPA. "Melalui kerjasama dengan Unit Usaha Otonom Penyelenggaraan Tes (UUO-PT) kita akan menyeleksi 250 peserta untuk mengisi Kuota tugas belajar yang kurag lebih berjumlah 100 orang. Seleksi ini perlu dilakukan mengingat tugas belajar merupakan apresiasi atas kinerja pegawai berupa kesempatan melanjutkan pendidikannya dengan biaya APBN.

Loyalitas, integritas,.kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik sangat diperlukan untuk proses tugas belajar, papar Idha.

"Saya berharap pelaksanaan TPA ini dapat berjalan dengan tertib.Ketelitian perlu diperhatikan dalam menjalani tes kemampuan verbal, kuantitatif dan kemampuan logika. Untuk itu sangat diperlukan strategi dalam menyelesaikan soal-soal ujian" pesan Idha. Ia menjelasknn juga bahwa pelaksanaan Tugas Belajar telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10/Permentan/OT.140/3/2015 Tahun 2015.

Saat ini Kementan telah menjalin kerjasama dengan  11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah menjadi mitra dalam peningkatan kualitas pendidikan ASN ini. 11 PTN tersebut adalah Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, Universitas Andalas, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Soedirman, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sebelas Maret. (lely)